Sabtu, 23 Mei 2015

Adi Kumbara‎ Komunitas Kefir Indonesia - Indonesian Kefir Society
34 mnt ·
Perlu makan atau makanan?

Beberapa orang mengeluh karena setelah mengonsumsi Kefir menjadi gemuk atau kolesterol tinggi.
Lebih2 penderita gangguan pencernaan (kelebihan asam lambung, GERD, gastritis dsb) hampir selalu merasakan dampak ini.

1. Untuk masalah pencernaan dan beberapa lainnya, konsumsi Kefir Prima sering menjadi keharusan. Kefir ini gizinya cukup tinggi, dengan kandungan probiotik yang maksimal. Tiga gelas atau 500 cc Kefir Prima sehari, memberikan tambahan sekitar 450 kcal, sekitar seperempat dari kebutuhan gizi harian pria dewasa.

2. Penderita gangguan pencernaan, efisiensi penyerapan makanan dari usus relatif rendah. Dengan membaiknya pencernaan, maka tanpa menambah porsi makananpun, asupan gizi meningkat, bisa dua kali lipat dari sebelumnya !

Jadi, kalau pencernaan membaik, dan asupan makanan bertambah, tentu saja seolah kita makan jauh lebih banyak. Sudah pasti kegemukan dan kolesterol meningkat.

Hal yang paling penting, pastikan bahwa sesungguhnya anda butuh makanan (untuk menghasilkan tenaga dan metabolisme) bukan untuk memuaskan hasrat makan anda.

Cara ":pengujian" yang praktis adalah sesudah minum Kefir, makanlah sejumlah buah2an, atau cukup sebuah pisang saja. Kemudian lakukan aktivitas fisik. Bisa olahraga, kerja yang membutuhkan tenaga dsb., setidaknya selama satu jam.

Bila sesudah satu jam itu anda merasa lemas, tidak bertenaga, artinya anda membutuhkan makanan, silakan makan. Tapi bila badan tetap bertenaga, cuma haus saja, minum saja secukupnya.

Kefir itu makanan, gemuk dan kolesterol tinggi adalah kelebihan makanan dan kekurangan kegiatan fisik.

Kefir itu menyehatkan. Yang membuat anda gemuk dan kolesterol tinggi adalah makanan apapun juga secara berlebihan yang tidak diimbangi dengan pengeluaran enersi yang sebanding.

Salam sehat bersama Kefir.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda